Tips Mengatasi Insomnia tanpa harus menggunakan obat tidur

Insomnia merupakan gangguan yang menyebabkan sulit tidur atau tidur kurang nyenyak.

Hampir semua orang di dunia pernah mengalami Insomnia. Jelas hal ini sangat mengganggu, baik untuk kesehatan fisik maupun secara psikis atau mental.

Apalagi jika Insomnia terjadi secara terus-menerus.


 Kekurangan tidur dapat menurunkan produktivitas anda di esok hari, karena akan terganggu oleh rasa kantuk yang timbul.

Insomnia sendiri terbagi menjadi empat jenis, berdasarkan penyebab dan lama waktu terjadinya.

Berdasarkan penyebab Insomnia terbagi dua bagian.

Yakni Insomnia Primer dan Sekunder. Untuk Insomnia Primer, terjadi bukan disebabkan oleh gangguan kesehatan lain.

Sedangkan Insomnia Sekunder terjadi akibat gangguan kesehatan pada tubuh seperti Kanker, Asma, dan penuakit lainya.

 Sedangkan berdasarkan lama terjadinya Insomnia, terbagi dua jenis.

Yakni Insomnia akut dan Insomnia Kronis.

Untuk Insomnia akut, biasa terjadi dalam tempo yang cukup pendek. Bisa 1-2 malam, atau paling lama sekitar 1 Minggu.

 Mayoritas disebabkan oleh perasaan tegang atau tidak tenang. Seperti sesaat sebelum presentasi, interview kerja, ujian dan aktivitas lain yang mempengaruhi kondisi pikiran menjadi tidak tenang.

 Sedangkan Insomnia Kronis terjadi dalam waktu yang cukup lama, bahkan bisa berbulan-bulan. Biasanya terjadi karena kondisi psikis penderita yang sedang tidak stabil.

 Mayoritas penderita Insomnia akan memilih mengkonsumsi obat tidur sebagai jalan pintas mengatasi penyakitnya.

Sebenarnya, hal tersebut kurang tepat terutama untuk penggunaan jangka panjang. Mengingat, Obat Tidur terutama yang dijual bebas merupakan obat keras yang tentu saja memiliki efek samping untuk kesehatan.

Penggunaan obat tidur sendiri harus dalam pengawasan dokter atau tenaga medis terkait.

 Untuk anda yang sedang Insomnia, jangan khawatir. Berikut saya bagikan Tips Mengatasi Insomnia tanpa harus menggunakan obat tidur pastinya.

 1. Kurangi Konsumsi Kafein

 Terutama Sebelum Tidur Sudah menjadi rahasia umum jika Kopi, Teh atau minuman berkafein lain mampu mengurangi rasa kantuk dan membuat mata tetap melek.

Didalam tubuh manusia ada senyawa yang bernama Adenosine, senyawa ini dapat membuat kita merasa kantuk.

Nah, kafein sendiri mengandung senyawa Adenosine Receptor Antagonist yang bersifat stimulan.

Senyawa pada kafein ini dapat menghambat kinerja Adenosine Receptor sekaligus menghambat kita untuk merasa kantuk.

 Bahkan, sebuah studi mengatakan bahwa konsumsi sekitar 400 mg kafein dapat mempengaruhi tidur anda.

 2. Utamakan Kenyamanan Saat Tidur

 Saat hendak tidur, pastikan semua terasa nyaman. Baik itu tempat tidur, pakaian yang digunakan, maupun suasana tidur anda. Jika diperlukan, redupkan lampu kamar anda.

Hal ini akan membantu anda terlelap lebih cepat. Anda juga bisa membawa wewangian favorit, baik yang berasal dari lilin, atau aroma terapi pabrikan yang membuat tidur semakin nyaman dan tenang.

Pastikan juga anda tidak terganggu dengan kebisingan, hal ini bisa dicegah dengan menutup pintu dan jendela kamar.

 3. Jangan Gunakan Smartphone

Sebelum Tidur Benda satu ini memang dekat sekali dengan masyarakat moderen. Dari mulai bangun pagi, hingga waktu tidur dihabiskan bersama smartphone.

Nah, jika anda termasuk orang yang sering bermain smartphone sebelum tidur, cobalah untuk mengurangi kebiasaan tersebut. Ya....

hal ini dapat memicu terjadinya Insomnia. Karena, layar dari smartphone akan memancarkan blue light atau sinar biru.

 Hal ini dapat disalah artikan oleh otak menjadi pancaran sinar matahari. Otomatis, otak akan menganggap bahwa saat itu adalah siang hari dan mengakibatkan kita sulit tertidur.

Smartphone juga dapat mengganggu konsentrasi dan ketenangan kita saat tidur dengan notifikasi/pemberitahuan yang muncul.

 Sebagai tambahan, anda dapat mencoba mengkonsumsi susu hangat atau cokelat sesaat sebelum tidur. Hal ini dapat membantu anda merasa lebih senang dan mengurangi stress/depresi.

 Jika Insomnia terus berlanjut, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter/praktisi kesehatan
terkait untuk penanganan maksimal.

Previous
« Prev Post